Menanti Sang Revolusioner Mujahidku, apa kabar? Semoga saat ini engkau baik-baik saja Penatku, penatmu semoga saat ini tetap dijalan-Nya Semoga mendung ini kau nikmati juga Supaya kau merasa sejuk setelah seharian bercampur debu Mujahidku… Aku rindu dalam rindu-rindu tentang takdir kita Semoga saat ini Penghulu kita menjagamu, Melindingimu dijalan yang terik atau lautan yang berdebur… Atau…bahkan dimusim yang berbeda? Aku tak pernah tahu Namun, tahukah kau? Aku selalu yakin akan sekenario-Nya Mujahidku…. Semoga saat ini Dia menjaga hatimu, mata, pendengaranmu. Jiwamu, semuamu…(ehmm!) untukku…! Pun aku, semoga Dia membantuku untuk menjaga kehormatanku, jiwaku…jasadku, semuaku…untukmu! Karena-Nya semata. Mujahidku… tahukah kau? Saat ini aku berdoa untuk keselamatanmu Semoga saat ini engkau masih teguh dijalan yang Ia bentangkan untukmu Mujahidku… Saat penat-penat pikiran dan jasad begitu menggila Saat kumparan-kumparan dakwah mengajak kita berputar bersamanya… Sungguh, aku hanya berharap DIA ridha atas apa yang aku dan engkau lakukan (meskipun kau entah dimana) Mujahidku, entah kau dimana… Aku tak hendak melukis jasadmu, Aku tak hendak mereka-reka, menebak-nebak tentangmu! Sebab mujahidku…Tahukah kau? Aku mencintaimu sebelum mata ini memandang, Sebelum telinga ini mendengar Sebelum hal-hal fisik merusak semua ketulusan atas siapapun kau! Dan aku… ingin menjaganya tetap begitu: SEDERHANA Ah, Mujahidku… semoga kau lantunkan doa yang sama pada Pemilik kita Sebab takdirku dan takdirmu ada digenggaman-Nya Dan kita? Tak pernah tahu Mujahidku… Dalam sujud-sujud panjangku, aku merayu-Nya, Menyelipkan doa semoga aku pantas mendampingimu Entah…siapa kau, dimana saat ini adamu…namun… Ada hormat, ada rindu, kepercayaan, yang memberiku selaksa energi tulus Mujahidku, sungguh aku hanya ingin menjaga diriku, jiwaku Mempersiapkannya… menempanya Agar jika suatu saat DIA berkehendak, dan membuat skenario tentang kita, Aku telah siap mendampingimu Dan kita akan tapaki jalan dakwah yang kita pilih dan kita cintai Hingga hanya ALLAH MUARA AKHIR SEMUA CINTA . Untuk seseorang yang dijanjikan Allah, di saat yang hanya Allah yang mengetahuinya. puisi ini di ambil dari sebuah novel "Diary Pengantin | |||||